Generasi Langit Biru

Indonesia adalah negara terbesar keempat setelah China, Amerika, dan India. Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, terhitung November 2017 jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai lebih dari 261 juta jiwa. Hal ini tentu merupakan jumlah yang sangat besar yang harus dikelola dengan baik. 
Gambar: Proyeksi jumlah penduduk oleh BPS dari hasil sensus tahun 2010
Salah satu masalah yang menjadi sorotan ditengah pertambahan jumlah penduduk Indonesia adalah  kualitas udara Indonesia yang kian memprihantinkan. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pencemaran udara di Indonesia, khususnya di kota-kota besar di Indonesia telah mengalami tingkat yang mengkhawatirkan dibandingkan dengan standar WHO. Berdasarkan data yang ada, total estimasi polutan Karbon Monoksida (CO) yang diestimasikan dari seluruh aktivitas adalah sekitar 686,864 ton pertahun atau 48,6 persen dari jumlah emisi lima polutan berbahaya. Penyebab dari pencemaran udara itu sekitar 80 persen berasal dari sektor transportasi, dan 20 persen industri serta limbah domestik. Penyebab utama hal ini adalah laju pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor yang tinggi. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik.
Sektor transportasi telah dikenal sebagai salah satu sektor yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi yang menyeluruh, namun demikian sektor ini dikenal pula sebagai salah satu sektor yang memberikan dampak buruk terhadap lingkungan udara. Proses pembakaran bahan bakar minyak seperti diketahui akan mengeluarkan unsur-unsur dan senyawa-senyawa pencemar udara seperti debu, karbon monoksida, hidrokarbon, sulfur oksida dan timbal yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.
Paparan karbon monoksida dengan konsentrasi rendah saja dilaporkan dapat mengganggu berbagai fungsi neurologis, meliputi gangguan memori, koordinasi visual-motorik, fungsi visuospasial, orientasi temporospasial, atensi, dan konsentrasi. Polusi udara jangka panjang dapat memengaruhi respons afektif dan mengganggu kognisi. Populasi yang paling rentan mengalami gangguan kognitif akibat polusi udara adalah kelompok anak karena sistem saraf pusatnya masih dalam masa perkembangan, sementara dampaknya terhadap orang dewasa relatif minimal. Anak-anak yang terpapar polusi udara kronis dilaporkan mengalami gangguan atensi, memori jangka pendek, dan kemampuan belajar terganngu. Proses inflamasi di otak terlibat dalam patogenesis gangguan afektif dan kognitif. Meskipun berbagai penelitian telah melaporkan gangguan kognitif akibat polusi udara, gejala-gejala penurunan kognitif akibat polusi udara sangat sulit dideteksi dengan pemeriksaan neurologis standar.
Sebagai sebuah generasi yang mulai terbuka terhadap pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, penting bagi kita untuk menanggulangi terjadinya pencemaran lingkungan di udara yang kian mengkhawatirkan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, diantaranya adalah mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan yang dapat menghasilkan gas karbon monoksida lebih sedikit sehingga efek negatif dari penggunaan kendaraan dapat diminimaisir. Saat ini, PT Pertamina (persero) sedang menggalakkan kampanye dan proyek Langit Biru. Dimana proyek ini bertujuan untuk mengajak masyarakat mengendalikan dan mencegah pencemaran udara serta untuk mewujudkan perilaku sadar terhadap lingkungan sekitar, baik yang berasal dari industri maupun yang khususnya berasal dari kendaraan bermotor.
Proyek Langit Biru sendiri merupakan salah satu proyek peningkatan spesifikasi gasoline atau peningkatan RON (Research Octane Number) biasa di sebut dengan Oktan dari semula RON 88 menjadi RON 92. Jadi semakin tinggi angka RON, semakin baik juga kinerja mesin kendaraan. Berikut informasi yang disajikan dalam tabel mengenai jenis-jenis bahan bakar minyak dan spesifikasinya.
Gambar: Jenis-jenis bahan bakar minyak dan spesifikasinya

         Banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dengan peralihan penggunaan bahan bakar minyak dari yang semula RON 88 menjadi RON 92. Kelebihan-kelebihan yang dapat kita nikmati jika kita mengunakan bahan bakar RON 92 diantaranya bahan bakar RON 92 menjadikan proses pembakaran yang baik, emisi gas buang yang baik, ramah lingkungan, bebas timbal, lebih irit, kualitas yang baik, peforma yang lebih baik dan responsif, hemat biaya, sangat cocok untuk motor injeksi serta memiliki penambahan zat aditif yang digunakan untuk penambahan nilai RON dan juga menambah peforma kendaraan. Zat aditif ini ditambahkan tentu saja sudah melewati proses riset yang dilakukan oleh pertamina.

Gambar: Kelebihan dari penggunaan Bahan Bakar Minyak RON 92
Harapan dengan adanya program ini adalah terciptanya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sehingga bumi kita masih dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya dengan keadaan yang baik. Sebagai generasi masa kini, generasi yang perduli akan kelestarian lingkungan maka layak untuk kita dikatakan sebagai “Generasi Langit Biru”. Sebuah generasi di zaman serba milenial yang lebih mementingkan kehidupan di masa depan. Sebuah generasi yang diharapkan  mampu untuk ikut berkontribusi dalam menyukseskan program Langit Biru yang dicanangkan oleh Pertamina. Sebagai “Generasi Langit Biru” kita berkewajiban menjaga kelestarian alam agar kehidupan dimasa yang akan datang menjadi lebih baik. Langkah yang bisa kita lakukan diantaranya adalah mengurangi efek dari adanya global warming dengan pola perilaku yang lebih mementingkan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, sebagai sebuah generasi langit biru, kita sudah berupaya untuk mewariskan yang terbaik kepada generasi-generasi selanjutnya.

Gambar: Galeri Adi Syah Putra, Keluarga Langit Biru di Aceh tengah


Gambar: Galeri Adi Syah Putra, Generasi Langit Biru di kaki Gunung Ciremai

DAFTAR PUSTAKA
Amitai Y, Zlotogorski Z, Golan Katzav V, dkk. Neuropsychological impairment from acute low-level exposure to carbon monoxide. Arch Neurol 1998; 55: 845-8.
Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat , 2010. Statistik Indonesia Tahun 2010. Jakarta Pusat : Badan Pusat Statistik
Calderon-Garciduenas L, Mora-Tiscareno A, Ontiveros E, dkk. Air pollution, cognitive defi cits and brain abnormalities: A pilot studywith children and dogs. Brain and Cognition. 2008; 68: 117-27.
Calderon-Garciduenas L, Engle R, Mora Tiscareno A, dkk. Exposure to severe urban air pollution infl uences cognitive outcomes, brain volume and systemic infl ammation in clinically healthy children. Brain and Cognition 2011; 77: 345-55.
Fonken LK, Weil ZM, Chen G, dkk. Air pollution impairs cognition, provokes depressive-like behaviors and alters hippocampal cytokine expression and morphology. Mol Psychiat 2011; 16: 987-95.
PT Pertamina (Persero) Corporate Website

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Life Plan 1 tahun (Februari 2017-Januari 2018)

Deskripsi singat

Resolusi untuk 2017